{"id":705,"date":"2019-07-02T14:31:29","date_gmt":"2019-07-02T07:31:29","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/?p=705"},"modified":"2019-07-02T14:31:29","modified_gmt":"2019-07-02T07:31:29","slug":"instagram-likes-disabled-what-would-happen-and-how-it-will-disrupt-influencer-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/2019\/07\/02\/instagram-likes-disabled-what-would-happen-and-how-it-will-disrupt-influencer-marketing\/","title":{"rendered":"Instagram \u201clikes\u201d disabled? What would happen and how it will disrupt influencer marketing"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Natalia, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Instagram secara resmi sedang melakukan tes menghilangkan jumlah <em>likes<\/em> pada foto dan video <em>views<\/em> pada <em>feed<\/em>. Tes <em>prototype<\/em> tersebut telah dilakukan kepada sejumlah responden di Canada. Isu yang muncul saat ini adalah bagaimana dampaknya kepada <em>influencer<\/em> <em>marketing<\/em>. Bagi <em>influencer<\/em>, tombol <em>likes<\/em> menjadi tolak ukur apakah <em>content<\/em> yang dihasilkan menarik atau diminati para <em>audience<\/em>-nya. Tampa pengukuran yang jelas <em>Brand<\/em> pun mempertanyakan apakah <em>influencer<\/em> telah memberikan kontribusi yang cukup terhadap upaya pemasaran yang dilakukan. Sehingga kebijakan tersebut menuai pro dan kontra terutama kepada <em>Brand<\/em> dan <em>Content<\/em> <em>Creator<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><em>Putting focus on content quality<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Banyak pengamat meyakini bahwa langkah Instagram untuk menghilangkan tombol <em>likes<\/em> bukanlah persoalan besar, malahan langkah tersebut seharusnya memberikan kabar baik kepada <em>influencer<\/em> karena para <em>influencer<\/em> tidak lagi berlomba-lomba untuk mencari jumlah <em>likes<\/em> dan dapat fokus pada kualitas konten. <em>Influencer<\/em> akan didorong untuk membuat konten yang lebih kreatif dan menggunakan tipe konten yang lain seperti <em>video<\/em> atau <em>stories<\/em>. Terkadang <em>influencer<\/em> fokus mem-<em>posting<\/em> foto yang dianggap dapat meraih jumlah <em>likes<\/em> yang banyak namun seringkali foto tersebut tidak relevan atau tidak merepresentasikan Brand yang di <em>endorse<\/em>. Oleh karena itu, langkah ini akan mendorong <em>influencer<\/em> untuk membuat konten yang benar-benar berkualitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kills Fake Followers and Increase Engagement<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kabar baik lainnya adalah langkah tersebut akan mengurangi jumlah <em>followers<\/em> yang palsu. Akun-akun palsu yang dipergunakan untuk menambah jumlah <em>likes<\/em> akan jauh berkurang, sehingga Brand dapat memastikan bahwa <em>content<\/em> yang dibuat nantinya akan benar-benar fokus kepada bagaimana membuat <em>caption<\/em> yang menarik dan meningkatkan <em>engagement<\/em> pada kolom komentar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong><em>Increasing Role of Influencer Marketing Agency<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selama ini ketika <em>Brand<\/em> memutuskan ingin menggunakan <em>influencer<\/em> <em>marketing<\/em> dalam <em>marketing<\/em> <em>campaign<\/em>, pertanyaannya adalah apakah lebih efektif menjangkau <em>influencer<\/em> secara pribadi atau melalui <em>Influencer Marketing Agency<\/em>? Di permukaan terlihat bahwa menjangkau <em>influencer<\/em> secara pribadi lebih masuk akal dengan anggapan biaya lebih rendah dan jangkauan mudah. Namun dengan banyaknya <em>influencer<\/em> di Indonesia saat ini, masing-masing <em>influencer<\/em> memiliki fokus pada topik atau minat tertentu. Sehingga untuk memastikan bahwa <em>influencer marketing<\/em> dilakukan secara efektif, Brand harus mencari informasi lengkap mengenai aspek pemasaran, fokus, dan minat dari <em>influencer<\/em> tersebut dari berbagai sumber.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apalagi dengan fenomena bahwa tombol <em>likes<\/em> pada Instagram akan dihilangkan menjadikan peran dari <em>Influencer Marketing Agency<\/em> semakin besar, karena Brand harus menemukan cara baru mengukur keberhasilan <em>influencer<\/em>. <em>Influencer Marketing Agency<\/em> dapat menjadi jawaban karena agensi telah berafiliasi dengan banyak <em>influencer<\/em> sehingga memiliki data historis influencer yang memiliki engagement yang tinggi, atau memiliki akses yang luas atau influencer yang menciptakan konten-konten yang hebat. Oleh karena itu agensi dapat mengidentifikasi <em>influencer<\/em> yang tepat untuk <em>marketing campaign<\/em> sebuah <em>Brand<\/em>, sekaligus membantu negosiasi harga dan mengukur hasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>New tools to measure content effectiveness<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Para pengamat percaya bahwa langkah Instagram ini juga akan mendorong <em>Influencer<\/em> <em>Marketing<\/em> <em>Agency<\/em> untuk memiliki <em>software<\/em> <em>analytics<\/em>. Jika Brand membutuhkan informasi untuk mengevaluasi efektifitas <em>influencer<\/em>, mereka dapat meminta <em>influencer<\/em> untuk memberikan <em>engagement<\/em> <em>insights<\/em> dari akun <em>influencer<\/em>. Hal ini dapat dilakukan pada skala kecil, namun untuk skala besar, Brand akan memiliki ketergantungan yang besar kepada agensi yang telah memiliki software analytics.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>The rise of micro-influencers<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Langkah Instagram juga akan membuat Brand semakin melirik <em>micro-influencer<\/em>. Dikutip dari clickz.com, menurut studi dari Expercity, 82% konsumen memiliki peluang lebih tinggi mendengarkan rekomendasi dari <em>micro-influencer. Micro-influencer<\/em> adalah orang-orang yang memiliki 5000 \u2013 50.000 followers di akun sosial media. Audiens dari micro-influencer terlihat kecil karena topik dan interest yang spesifik, namun memiliki engagement yang tinggi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-706\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-content\/uploads\/sites\/18\/2019\/07\/influe.png\" alt=\"\" width=\"452\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-content\/uploads\/sites\/18\/2019\/07\/influe.png 452w, https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-content\/uploads\/sites\/18\/2019\/07\/influe-300x142.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 452px) 100vw, 452px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Source: <a href=\"https:\/\/starngage.com\/influencer-marketing-indonesia\/\">https:\/\/starngage.com\/influencer-marketing-indonesia\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Langkah Instagram menghilangkan tombol <em>likes<\/em> dipercaya akan memberikan angin segar bagi komunitas <em>influencer<\/em>. Langkah tersebut akan dipercaya akan membentuk sebuah lingkungan yang lebih fokus untuk menciptakan konten-konten yang hebat dan disisi lain <em>influencer<\/em> dipercaya dapat lebih terlibat lagi dengan <em>followers<\/em> dibandingkan hanya mengejar jumlah \u201c<em>likes<\/em>\u201d seperti yang dilakukan saat ini. We will expect to see new form of influencer marketing in the future.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Source:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/techcrunch.com\/2019\/04\/30\/instagram-hidden-like-counter\/\">https:\/\/techcrunch.com\/2019\/04\/30\/instagram-hidden-like-counter\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/marketingland.com\/what-will-happen-to-influencer-marketing-if-instagram-likes-go-away-261801\">https:\/\/marketingland.com\/what-will-happen-to-influencer-marketing-if-instagram-likes-go-away-261801<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/starngage.com\/influencer-marketing-indonesia\/\">https:\/\/starngage.com\/influencer-marketing-indonesia\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.clickz.com\/the-rise-of-micro-influencers-and-how-brands-use-them\/216503\/\">https:\/\/www.clickz.com\/the-rise-of-micro-influencers-and-how-brands-use-them\/216503\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/go2.experticity.com\/\">http:\/\/go2.experticity.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Natalia, SE, MM (Faculty Member of International Marketing) &nbsp; Instagram secara resmi sedang melakukan tes menghilangkan jumlah likes pada foto dan video views pada feed. Tes prototype tersebut telah dilakukan kepada sejumlah responden di Canada. Isu yang muncul saat ini adalah bagaimana dampaknya kepada influencer marketing. Bagi influencer, tombol likes menjadi tolak ukur apakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-705","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=705"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/705\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}