{"id":657,"date":"2019-03-26T13:16:43","date_gmt":"2019-03-26T06:16:43","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/?p=657"},"modified":"2019-03-26T13:16:43","modified_gmt":"2019-03-26T06:16:43","slug":"kok-bisa-apa-saja-pemicu-impulsive-buying-behavior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/2019\/03\/26\/kok-bisa-apa-saja-pemicu-impulsive-buying-behavior\/","title":{"rendered":"Kok Bisa? Apa Saja Pemicu Impulsive Buying Behavior?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Pinkan Olivia (Student of International Marketing)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Pada suatu hari Shinta menjelajahi toko online dan melihat sepatu olahraga, ia tertarik dan seketika memiliki dorongan yang kuat untuk membeli sepatu itu, lalu Shinta membeli sepatu olahraga yang ia liat tadi. Kamu pernah ngalamin kaya Shinta? Berarti kamu sedang mengalami yang namanya <em>impulsive buying behavior. <\/em>Faktanya, 77% pembeli mengatakan mereka pernah membuat keputusan pembelian secara impulsif dalam kurun waktu tiga bulan terakhir loh, selain itu 54% konsumen mengeluarkan sebesar $100 dalam pembelian secara impuls, 20% lainnya mengeluarkan lebih dari $1000, hal inilah yang menjadikan pemasar semakin termotivasi dalam mengimplementasikan strategi ini. Dengan banyaknya toko belanja <em>online <\/em>yang menawarkan produk serupa dengan harga yang tak kalah bersaing, pembelian secara impulsif merupakan salah satu taktik yang terbukti kuat, kamu hanya perlu memposisikan <em>brand<\/em>, produk, dan <em>campaign<\/em> yang sesuai agar konsumen dapat tertarik sehingga mendorong mereka untuk melakukan pembelian.\u00a0 Di artikel kali ini kita akan membahas salah satu cara yang dapat memicu terjadinya <em>impulsive buying behavior, <\/em>yaitu perilaku FOMO (<em>Fear Of Missing Out) <\/em>konsumen, promosi merupakan salah satu kampanye penjualan yang baik untuk mentargetkan pembeli yang cenderung berprilaku impulsif, seperti diskon, penawaran spesial, dan kupon yang hanya tersedia pada waktu tertentu. Implementasi strategi FOMO membuat konsumen merasa akan kehilangan kesempatan jika mereka tidak membelinya sekarang, bisa dengan memberikan diskon dan menuliskan <em>&#8220;TODAY ONLY&#8221;<\/em> tentunya dapat membuat konsumen tidak ingin menyianyiakan kesempatan terakhir tersebut, berikut ini merupakan kata-kata yang bisa kamu gunakan dalam menciptakan komunikasi berkonsep FOMO :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>\u201c8 dari 10 orang sudah puas dengan produk ini..\u201d<\/li>\n<li>\u201cJangan lewatkan penawaran special..\u201d<\/li>\n<li>\u201cProduk ini sedang dilihat 10 orang lainnya..\u201d<\/li>\n<li>\u201cProduk ini tersisa 10..\u201d<\/li>\n<li>\u201c300 orang sudah membeli produk ini..\u201d<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi pembelian secara impulsif namun, FOMO merupakan salah satu faktor yang bisa digunakan demi menghemat biaya loh. Bagaimana? Kalian akan tertarik bukan untuk mengambil kesempatan emas yang dibuat oleh pemasar?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">#binusuniversity #marketingisntallaboutselling #imers #binusian<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Pinkan Olivia (Student of International Marketing) Pada suatu hari Shinta menjelajahi toko online dan melihat sepatu olahraga, ia tertarik dan seketika memiliki dorongan yang kuat untuk membeli sepatu itu, lalu Shinta membeli sepatu olahraga yang ia liat tadi. Kamu pernah ngalamin kaya Shinta? Berarti kamu sedang mengalami yang namanya impulsive buying behavior. Faktanya, 77% [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-657","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=657"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/657\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}