{"id":571,"date":"2018-08-29T14:25:11","date_gmt":"2018-08-29T07:25:11","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/?p=571"},"modified":"2018-08-29T14:25:11","modified_gmt":"2018-08-29T07:25:11","slug":"segmen-wisatawan-dalam-tourism-marketing-faktor-psikografi-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/2018\/08\/29\/segmen-wisatawan-dalam-tourism-marketing-faktor-psikografi-part-1\/","title":{"rendered":"SEGMEN WISATAWAN DALAM TOURISM MARKETING (FAKTOR PSIKOGRAFI &#8211; PART 1)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Felicia, SE (Alumni of International Marketing)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">(Bersambung dari:\u00a0<a href=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/2018\/08\/segmen-wisatawan-dalam-tourism-marketing-faktor-demografi\/\">Segmen Wisatawan dalam Tourism Marketing (Faktor Demografi)<\/a>)<\/p>\n<h1><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: justify\"><em>Knowledge<\/em><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut kamus Oxford <em>online<\/em>, <em>Knowledge<\/em> adalah fakta, informasi, dan keterampilan yang didapat melalui pengalaman atau pendidikan; pemahaman teoretis atau praktis tentang suatu subjek. Dalam konteks studi wisata sendiri, titik awal yang menyebabkan wisatawan termotivasi untuk melakukan perjalanan wisata adalah untuk mendapatkan <em>Knowledge<\/em> tentang perilaku perjalanan wisata. Sehingga faktor <em>Knowledge<\/em> dapat digunakan sebagai faktor wisata. (Hsu dan Huang, 2012). Pada jurnal (Hsu dan Huang, 2012) menyatakan bahwa <em>Knowledge<\/em> dapat dihitung berdasarkan tujuh dimensi, yaitu:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Know more about travel destination as an destination of \u201cOne Country, Two System&#8221;<\/em><\/li>\n<li><em>Experience different cultures<\/em><\/li>\n<li><em>Learn travel destination\u2019s unique colonial history <\/em><\/li>\n<li><em>Experience \u00a0the melting culture of East meeting West <\/em><\/li>\n<li><em>Increase Knowledge about other places<\/em><\/li>\n<li><em>Enjoy natural and urban landscape in Travel destination <\/em><\/li>\n<li><em>Interact with travel destination\u2019s people<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify\"><em>Relaxation<\/em><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut kamus Oxford <em>online<\/em>, <em>Relaxation adalah <\/em>keadaan bebas dari ketegangan dan kecemasan terutama setelah masa kerja dengan berbagai cara salah satunya rekreasi, istirahat, dan lain-lain. Tujuan orang melakukan perjalanan wisata karena di dorong oleh motivasi intrinstik seperti keinginan untuk melepaskan diri, istirahat ataupun relaksasi. Sehingga faktor <em>Relaxation<\/em> dapat digunakan sebagai faktor wisata (Hsu dan Huang, 2012). Pada jurnal (Hsu dan Huang, 2012) menyatakan bahwa <em>Relaxation<\/em> dapat dihitung berdasarkan lima dimensi, yaitu:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Enjoy happy time with family <\/em><\/li>\n<li><em>Enjoy happy time with friends who travel together <\/em><\/li>\n<li><em>Relax and rest<\/em><\/li>\n<li><em>Release work pressure<\/em><\/li>\n<li><em>Have some time for a break from routine life<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h1 style=\"text-align: justify\"><em>Novelty<\/em><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut kamus Oxford <em>online<\/em>, <em>Novelty<\/em> adalah pengalaman atau sesuatu hal baru atau tidak biasa di rasakan. Dalam konteks wisata, <em>Novelty<\/em> sendiri adalah suatu pengalaman baru yang wisatawan inginkan baik dalam mencari dan mengalami pengalaman di destinasi yang wisatawan tersebut tuju. Faktor <em>Novelty<\/em> dapat digunakan sebagai faktor wisata. (Hsu dan Huang, 2012). Pada jurnal (Hsu dan Huang, 2012), menyatakan bahwa <em>Novelty<\/em> dapat dihitung berdasarkan lima dimensi, yaitu:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Experience a travel destination <\/em><\/li>\n<li><em>Feel the magnificence of travel destination <\/em><\/li>\n<li><em>Visit a Destination that most people think deserves a visit<\/em><\/li>\n<li><em>Fulfill curiosity about travel destination <\/em><\/li>\n<li><em>Visit cultural and historical attraction <\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<h1 style=\"text-align: justify\"><em>Hedonic Experience Seeking<\/em><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut kamus Oxford <em>online<\/em>, <em>Hedonic <\/em>adalah suatu perasaan yang berkaitan atau dicirikan dalam hal sensasi menyenangkan (atau tidak menyenangkan). Dalam konteks wisata, <em>Hedonic Experience Seeking<\/em> adalah kesenangan atau kenikmatan yang berasal dari pengalaman perjalanan wisata. Faktor <em>Hedonic Experience\u00a0 \u00a0Seeking<\/em> dapat digunakan sebagai faktor wisata (Wang, Cole dan Shu, 2017). Pada jurnal (Wang, Cole dan Shu, 2017) menyatakan bahwa <em>Hedonic Experience Seeking<\/em> dapat dihitung berdasarkan lima dimensi, yaitu:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><em>Acquiring new products at travel destination makes me happier. <\/em><\/li>\n<li><em>My holiday is more exciting when I acquire new products at travel destination <\/em><\/li>\n<li><em>Using new products at travel destination gives me a sense of personal enjoyment<\/em><\/li>\n<li><em>I feel very luxurious when using new products at travel destination. <\/em><\/li>\n<li><em>I feel special when using new products at travel destination. <\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(Bersambung ke: <a href=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/2018\/08\/segmen-wisatawan-dalam-tourism-marketing-faktor-psikografi-part-2\/\">SEGMEN WISATAWAN DALAM TOURISM MARKETING (FAKTOR PSIKOGRAFI \u2013 PART 2)<\/a>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Felicia, SE (Alumni of International Marketing) (Bersambung dari:\u00a0Segmen Wisatawan dalam Tourism Marketing (Faktor Demografi)) Knowledge Menurut kamus Oxford online, Knowledge adalah fakta, informasi, dan keterampilan yang didapat melalui pengalaman atau pendidikan; pemahaman teoretis atau praktis tentang suatu subjek. Dalam konteks studi wisata sendiri, titik awal yang menyebabkan wisatawan termotivasi untuk melakukan perjalanan wisata adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-571","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=571"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/571\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}