{"id":363,"date":"2018-01-31T13:12:45","date_gmt":"2018-01-31T06:12:45","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/?p=363"},"modified":"2018-01-31T13:12:45","modified_gmt":"2018-01-31T06:12:45","slug":"machine-learning-ai-masa-depan-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/2018\/01\/31\/machine-learning-ai-masa-depan-marketing\/","title":{"rendered":"Machine Learning &amp; AI Masa Depan Marketing"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Alex Maulana, SE, MM (Faculty Member of International Marketing Program)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kehadiran<em>\u00a0machine learning<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>artificial intelligence<\/em>\u00a0diyakinkan akan merubah pola bisnis di masa depan, khususnya bidang marketing. Kehadiran dua teknologi ini akan mengubah bagaimana cara seseorang dalam memasarkan produknya. Google baru-baru ini menerapkan sebuah teknologi terbaru terkait dengan\u00a0<em>machine. Learning<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>artificial intelligence<\/em>\u00a0untuk mengoptimalkan para pemasar untuk memasarkan produknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bila semua pemasar berlomba-lomba menggunakan teknologi terbaru dari Google ini, tentunya produk kita akan bersaing dengan puluhan bahkan ratusan atau ribuan\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0yang menggunakan teknologi yang sama dengan kita gunakan dengan tujuan yang sama pula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menanggapi hal tersebut, Henky Prihatna selaku Head of Industry Google Indonesia menjelaskan bahwa ada empat hal yang bisa diterapkan oleh pemasar dalam memasarkan produknya melalui platform Google.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><em><strong>Be Seen<\/strong><\/em><strong>.<\/strong> yang harus disadari oleh para pemasar adalah bahwa produk dan merek kita harus terlihat, singkatnya adalah\u00a0 Ia memaparkan bahwa berdasarkan survei yang dilakukan oleh Google, setidaknya 93% konsumen itu sudah memiliki pilihan akan\u00a0<em>brand<\/em>tertentu ketika ditanyakan akan membeli sebuah produk. Rata-rata konsumen bisa mengingat dua sampai tiga\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0dalam pikirannya. \u201cSatu hal lagi, sebanyak 29% konsumen menyatakan bahwa mereka terbuka untuk mencoba\u00a0<em>brand<\/em> Oleh sebab itu penting buat\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0kita muncul dan bisa dilihat oleh konsumen. Karena saat ini konsumen sangat kompetitif,\u201d jelas Henky di Jakarta, Sebanyak 69% responden dari riset Google melakukan riset secara\u00a0<em style=\"font-size: 1em\">online<\/em><span style=\"font-size: 1em\">\u00a0melalui fitur\u00a0<\/span><em style=\"font-size: 1em\">search<\/em><span style=\"font-size: 1em\">\u00a0yang dimiliki oleh Google. Selain penting bagi\u00a0<\/span><em style=\"font-size: 1em\">brand<\/em><span style=\"font-size: 1em\">\u00a0untuk terlihat oleh calon konsumennya, tak kalah pentingnya adalah brand harus memberikan <\/span><strong style=\"font-size: 1em\">solusi dan\u00a0<em>engage<\/em><\/strong><span style=\"font-size: 1em\">\u00a0dengan konsumennya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li><em><strong>Be Smart<\/strong><\/em>, terutama yang berkaitan dengan data. Saat ini data menjadi hal yang penting dalam menganalisis kebiasaan konsumen. Henky mengingat bahwa lima tahun lalu, ketika pemasar bisa menargetkan konsumen menurut data demografis dan lokasi, hal tersebut sudah canggih, dan pemasar bisa mendapatkan banyak keuntungan dari dua faktor tersebut. Tetapi, bila melihat kondisi saat ini, hal tersebut sudah kuno. Bagi Henky saat ini banyak indikator yang bisa digunakan oleh pemasar selain dari demografis dan lokasi. Ia menyebutkan setidaknya ada indikator baru yang bisa diperhatikan oleh pemasar, semisal\u00a0<em style=\"font-size: 1em\"><strong>session, time of day, day, age, gender, video watched, search queries, browsing history, watch time, app usage,\u00a0<\/strong><\/em><strong style=\"font-size: 1em\">hingga<em>\u00a0device usage.<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li><em><strong>Be Fast<\/strong><\/em><strong>.<\/strong> survei menjelaskan bahwa sebanyak 53% konsumen akan meninggalkan\u00a0<em>mobile site<\/em>sebuah merek apabila waktu\u00a0<em>loading<\/em>\u00a0halaman tersebut melebihi tiga detik. \u201cCara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan proses\u00a0<em>check<\/em>\u00a0terhadap situs Anda, dan jangan lupa lakukan proses\u00a0<em>benchmarking<\/em>,\u201d tambah Henky. Saat ini, Google memiliki teknologi AMP (Sccelerate Mobile Pages) teknologi ini memungkinkan proses loading lebih cepat. Selain itu juga ada teknologi\u00a0<em style=\"font-size: 1em\">progressive web app<\/em><span style=\"font-size: 1em\">. Teknologi tersebut mirip dengan tampilan yang ada di aplikasi mobile sebuah situs, hanya saja situs tersebut dibukanya melalui browser, bukan aplikasi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"4\">\n<li><em>Terakhir,<\/em>adalah\u00a0<em><strong>Be Accountable<\/strong><\/em>. Henky mengingatkan bahwa\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0jangan hanya melihat dari sisi penjualan saja. Namun, mengukur seluruh dari\u00a0<em>customers journey<\/em>, hal ini penting karena akan menjadi data dan\u00a0<em>insight<\/em>\u00a0baru yang nantinya bisa digunakan untuk mengoptimalkan proses promosi dan kampanye penjualan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun, kecanggihan AI ada baiknya tidak membuat kita terlalu manja dan menyerahkan semuanya pada produk-produk AI. Bagaimana pun juga, pemasaran yang terbaik adalah saat membuat orang tersentuh secara emosional melalui interaksi dengan manusia lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebijakan dan keseimbangan dalam menyambut perkembangan teknologi mutlak diperlukan. Maka, keberadaan AI sebaiknya menjadi \u201cpembantu\u201d manusia dalam berpikir dengan lebih efisien, alih-alih menggantikan otak manusia dengan komputer.<\/p>\n<p>(Berbagai sumber)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Alex Maulana, SE, MM (Faculty Member of International Marketing Program) &nbsp; Kehadiran\u00a0machine learning\u00a0dan\u00a0artificial intelligence\u00a0diyakinkan akan merubah pola bisnis di masa depan, khususnya bidang marketing. Kehadiran dua teknologi ini akan mengubah bagaimana cara seseorang dalam memasarkan produknya. Google baru-baru ini menerapkan sebuah teknologi terbaru terkait dengan\u00a0machine. Learning\u00a0dan\u00a0artificial intelligence\u00a0untuk mengoptimalkan para pemasar untuk memasarkan produknya. Bila [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-363","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=363"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/363\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}