{"id":274,"date":"2017-06-07T15:44:48","date_gmt":"2017-06-07T08:44:48","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/?p=274"},"modified":"2017-06-07T15:44:48","modified_gmt":"2017-06-07T08:44:48","slug":"preferensi-konsumen-starbucks-aeon-mall-terhadap-sales-promotion-assortment-dan-packaging-yang-mendorong-purchase-intention-dan-dampaknya-pada-brand-loyalty-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/2017\/06\/07\/preferensi-konsumen-starbucks-aeon-mall-terhadap-sales-promotion-assortment-dan-packaging-yang-mendorong-purchase-intention-dan-dampaknya-pada-brand-loyalty-2\/","title":{"rendered":"PREFERENSI KONSUMEN STARBUCKS AEON MALL TERHADAP SALES PROMOTION, ASSORTMENT DAN PACKAGING YANG MENDORONG PURCHASE INTENTION DAN DAMPAKNYA PADA BRAND LOYALTY (2)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Oleh: Lidia Vera, SE (Alumni of International Marketing)\u00a0&amp; Annetta Gunawan, SE, MM (Faculty Member of International Marketing)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Previous Article:\u00a0<a href=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/2017\/06\/preferensi-konsumen-starbucks-aeon-mall-terhadap-sales-promotion-assortment-dan-packaging-yang-mendorong-purchase-intention-dan-dampaknya-pada-brand-loyalty\/\" target=\"_top\" rel=\"noopener noreferrer\">PREFERENSI KONSUMEN STARBUCKS AEON MALL TERHADAP SALES PROMOTION, ASSORTMENT DAN PACKAGING YANG MENDORONG PURCHASE INTENTION DAN DAMPAKNYA PADA BRAND LOYALTY<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam menjalani bisnisnya Starbucks selalu memiliki cara untuk terus menarik minat konsumen agar tetap setia dengan <em>brand<\/em>-nya. Salah satu cara yang digunakan Starbucks adalah membuat sebuah <em>Loyalty program<\/em> melalui Starbucks <em>Card<\/em>. <em>Loyalty program<\/em> merupakan upaya pemasaran yang mendorong perilaku pembelian konsumen yang berpotensi memberikan manfaat bagi perusahaan. (Sharp, B. &amp; Sharp A, 1997). Namun berdasarkan hasil <em>pre-eliminary test<\/em> yang dilakukan pada pengunjung Starbucks AEON peneliti menemukan bahwa 44,6% konsumen tidak memiliki Starbucks <em>card.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/sbm.binus.ac.id\/files\/2017\/06\/card.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8649\" src=\"http:\/\/sbm.binus.ac.id\/files\/2017\/06\/card.png\" alt=\"\" width=\"406\" height=\"225\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dan jika data tersebut di olah lebih lanjut, peneliti menemukan data sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/sbm.binus.ac.id\/files\/2017\/06\/card2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8650\" src=\"http:\/\/sbm.binus.ac.id\/files\/2017\/06\/card2.png\" alt=\"\" width=\"484\" height=\"286\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa konsumen Starbucks AEON yang belum memiliki Starbucks <em>Card<\/em> masih tergolong besar. Mengingat pentingnya persaingan <em>coffee shop<\/em> dengan target market serupa di AEON Mall sangat ketat, maka Starbucks perlu memperhatikan <em>loyalty program<\/em> yang sudah berlangsung agar mampu menciptakan <em>brand loyalty<\/em> dari konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Purchase Intention<\/em> dapat mengembangkan perasaan setia pada suatu produk atau layanan yang pada akhirnya dapat menjadi <em>Brand Loyalty<\/em> (Goigoi, 2013). Untuk mencapai <em>Brand Loyalty<\/em>, meningkatkan <em>Purchase Intention<\/em> sangatlah penting. Maka dari itu harus diketahui terlebih dahulu variabel-variabel apa saja yang akan mempengaruhi <em>Purchase Intention<\/em>. Berikut adalah hasil yang penulis dapatkan setelah melakukan <em>pre-eliminary test<\/em> terhadap pengunjung Starbucks AEON Mall.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/sbm.binus.ac.id\/files\/2017\/06\/card-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-8651\" src=\"http:\/\/sbm.binus.ac.id\/files\/2017\/06\/card-3.png\" alt=\"\" width=\"497\" height=\"283\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berdasarkan data di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa motif orang untuk membeli Starbucks berbeda-beda dan dari data tersebut didapatkan bahwa faktor yang membuat orang terdorong untuk membeli Starbucks adalah faktor <em>promotion, assortment, dan packaging<\/em>. Sehingga perlu digali lagi preferensi setiap segmen pada <em>Promotion, Assortment<\/em> dan<em> Packaging<\/em> yang disukai. <em>Promotion<\/em> adalah salah satu teknik untuk menarik konsumen untuk membeli lebih banyak atau mencoba produk atau layanan (Obeid, 2014). Promosi yang selama ini dilakukan Starbucks terdiri dari <em>promo buy 1 get 1, free upsized,<\/em> dan LINE <em>promo<\/em> yang dimana dari ketiga promosi tersebut memiliki respon yang berbeda dari berbagai kalangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">To be continued to:\u00a0<a href=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/international-marketing\/2017\/06\/preferensi-konsumen-starbucks-aeon-mall-terhadap-sales-promotion-assortment-dan-packaging-yang-mendorong-purchase-intention-dan-dampaknya-pada-brand-loyalty-3\/\" target=\"_top\" rel=\"noopener noreferrer\">PREFERENSI KONSUMEN STARBUCKS AEON MALL TERHADAP SALES PROMOTION, ASSORTMENT DAN PACKAGING YANG MENDORONG PURCHASE INTENTION DAN DAMPAKNYA PADA BRAND LOYALTY (3)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Lidia Vera, SE (Alumni of International Marketing)\u00a0&amp; Annetta Gunawan, SE, MM (Faculty Member of International Marketing) Previous Article:\u00a0PREFERENSI KONSUMEN STARBUCKS AEON MALL TERHADAP SALES PROMOTION, ASSORTMENT DAN PACKAGING YANG MENDORONG PURCHASE INTENTION DAN DAMPAKNYA PADA BRAND LOYALTY Dalam menjalani bisnisnya Starbucks selalu memiliki cara untuk terus menarik minat konsumen agar tetap setia dengan brand-nya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-274","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=274"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/gbm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}