Strategi Target dalam Membangun Omnichannel

By: Carerina Wijaya (Student of Global Business Marketing)

Target corporation adalah perusahaan retail terbesar kedelapan yang berlokasi di Amerika Serikat. Pada tahun 1994, Target menciptakan tagline yang berbunyi “Expect More. Pay Less”. Dengan bantuan team yang dibentul oleh Target, Target memberikan pengalaman berbelanja baru bagi konsumen dan siap melayani konsumen baik dalam offline store maupun online dengan memberikan pelayanan yang menyenangkan dan memudahkan konsumen.

Target menyediakan berbagai macam produk yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Target membangun toko retail mereka dengan penuh kenyamanan dan kecerahan, dan memberikan pengelaman yang sama kepada konsumen di setiap gerai toko Target. Bisa dikatakan bahwa Target sangat mementingkan kenyamanan konsumen dalam berbelanja, hal ini dapat terlihat dari bagaimana Target menyediakan berbagai pelayanan pengiriman yang lengkap untuk konsumen mereka, pelayanan pengiriman tersebut berupa order pickup, drive up, dan same-day delivery. Drive up adalah pelayanan baru yang diberikan target kepada konsumen, konsumen hanya perlu memilih opsi Drive up setelah berbelanja melalui aplikasi Target yang sudah tersedia dan Target akan memberikan notifikasi ketika barang sudah siap untuk diambil. Setelah itu, Target akan membantu menempatkan belanjaan ke mobil konsumen ketika sudah tiba di gerai Target terdekat.

Untuk membedakan Target dengan perusahaan retail lain, Target sangat memperhatikan layout store mereka dengan baik-baik. Lebih lagi, Target beberapa kali mengganti layout toko mereka untuk menyesuaikannya dengan kenyamanan konsumen mereka dan mengubah pengalaman konsumen. Merchandise plans yang diterapkan oleh Target adalah:

Pricing Strategy yang Diterapkan Target

Target memberikan harga produk yang berbeda dari perusahaan lain, dengan memberikan berbagai keuntungan bagi konsumen. Target memberikan layanan “Target Visa Card” yang memberikan konsumen berbelanja secara kredit. Strategi lain yang digunakan oleh Target adalah “Red Card Loyalty Program”, strategi ini memberikan diskon 5% dalam pembelian konsumen. Strategi yang tidak dimiliki oleh pesaing Target ini diharapkan dapat menarik lebih banyak konsumen. Persaingan yang terjadi antar
bisnis ini membuat Target menciptakan pricing strategy yang maksimal, seperti memberikan berbagai macam penawaran berbentuk diskon dan promo “buy and get free product”. Pricing strategy yang direncanakan oleh Target memiliki tujuan untuk mencocokkan harga agar sesuai dengan yang ditawarkan oleh toko retail besar lainnya.
Selain strategi yang unik ini, Target juga menggunakan cost-plus pricing strategy. Target memberikan harga produk yang telah diperhitungkan dengan baik dari harga biaya produksi, pengiriman, sampai laba yang didapatkan. Sehingga harga produk akhir memberikan harga yang terbaik sesuai dengan kualitas produk yang memuaskan konsumen dan tetap memberikan keuntungan bagi Target.

 

Bentuk Promotional Strategy Target

Berbagai macam promotional strategy telah dilakukan oleh Target untuk mencapai target audience mereka, dari mengirimkan surat edaran ke beberapa rumah setiap minggu sampai menyebarkan iklan mingguan dalam media sosial atau internet. Target juga mengirimkan pesan email kepada loyal customer mereka. Target sendiri memiliki berbagai macam akun media sosial (Facebook, Twitter, LinkedIn, Youtube, Instagram, dan Pinterest) yang dapat dikunjungi oleh konsumen untuk mendapatkan informasi terbaru dari Target.

Pada tahun 2008, Target memperkenalkan mascot mereka kepada konsumen. Mascot “Bullseye” the dog ini dipakai Target untuk mempromosikan brand image Target yang positif dan digunakan untuk melakukan marketing campaign Target.

 

Omnichannel Environment yang Diciptakan Target

Target telah menerapkan omnichannel strategy sebagai rencana yang penting dalam menjalani usaha retail dan telah melakukan hal yang efektif dalam membangun omnichannel environment.

Sumber: https://corporate.target.com/article/2016/04/cartwheel-creators-share-app-hacks

Salah satu strategi yang dilakukan oleh Target adalah menciptakan aplikasi Cartwheel. Dalam aplikasi ini, pengguna dapat membuat daftar belanja yang dapat digunakan ketika berbelanja di Target dan aplikasi tersebut dapat mempermudah pengguna menemukan produk tersebut. Target juga memberikan berbagai diskon yang menarik pada produk yang ditawarkan dalam aplikasi Cartwheel. Pengguna sangat tertarik dengan aplikasi yang diciptakan oleh Target karena mereka juga dapat menggunakan aplikasi ini untuk pembelanjaan selanjutnya dengan daftar belanja yang sudah pernah dilakukan. Aplikasi ini memberikan kenyamanan dan keefisienan bagi pengguna atau konsumen target.

Target juga memiliki program lain seperti BOPUS dan Curbside pickup. Yang memberikan konsumen kemudahan untuk melakukan pembelian secara online dan dapat mengambil produk yang dibeli dalam toko (BOPUS) atau karyawan Target akan mengantarkan belanjaan konsumen ke dalam mobil mereka (Curbside pickup). Strategi omnichannel yang dilakukan Target memberikan hasil dengan kenaikan sebanyak 34% dalam penjualan digital.

 

Daftar Pustaka:
https://www.target.com/c/drive-up/-/N-9d42z
https://corporate.target.com/
https://www.vendhq.com/blog/retail-display-ideas/
https://corporate.target.com/press/releases/2017/03/target-reveals-design-elements-of-next-generation
https://pathtopurchaseiq.com/target-evolves-its-visual-merchandising
https://www.mbaskool.com/marketing-mix/services/16770-target.html
https://essays-writer.net/essays/analysis/pricing-tactics-in-wal-mart-verses-target.html#:~:text=The%20Target%20Corporation%20also%20puts,cost%20of%20the%20final%20product.
https://www.macrotrends.net/stocks/charts/TGT/target/revenue
https://corporate.target.com/article/2019/12/bullseye-101
https://etaileast.wbresearch.com/blog/target-omnichannel-two-app-tactic