{"id":5450,"date":"2026-08-14T15:39:37","date_gmt":"2026-08-14T08:39:37","guid":{"rendered":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/?p=5450"},"modified":"2026-08-14T15:40:02","modified_gmt":"2026-08-14T08:40:02","slug":"doctoral-bootcamp-systematic-discovery-of-novel-research-phenomena","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/2026\/08\/doctoral-bootcamp-systematic-discovery-of-novel-research-phenomena\/","title":{"rendered":"Doctoral Bootcamp: Systematic Discovery of Novel Research Phenomena"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Speaker: Dr. Halimin Herjanto<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"70\" data-end=\"378\">Sesi <strong data-start=\"75\" data-end=\"129\">\u201cSystematic Discovery of Novel Research Phenomena\u201d<\/strong> yang disampaikan oleh <strong data-start=\"152\" data-end=\"183\">Dr. Halimin Herjanto, Ph.D.<\/strong> memberikan pemahaman mengenai bagaimana peneliti dapat menemukan fenomena penelitian yang baru dan relevan secara sistematis, khususnya dalam perkembangan riset <strong data-start=\"345\" data-end=\"377\">Artificial Intelligence (AI)<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"380\" data-end=\"746\">Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa <strong data-start=\"434\" data-end=\"559\">kebaruan penelitian (novelty) tidak hanya berarti mereplikasi penelitian sebelumnya dengan objek atau lokasi yang berbeda<\/strong>. Peneliti perlu mampu mengidentifikasi fenomena yang belum banyak dijelaskan, memahami <em data-start=\"647\" data-end=\"661\">research gap<\/em>, serta menunjukkan kontribusi yang jelas terhadap pengembangan teori maupun praktik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"748\" data-end=\"1120\">Dalam konteks penelitian AI, Dr. Herjanto menunjukkan bahwa AI dapat dikaji tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga melalui <strong data-start=\"877\" data-end=\"972\">aspek psikologis, perilaku manusia, hubungan antara manusia dan AI, serta perilaku konsumen<\/strong>. Kemampuan AI dapat dikaitkan dengan respons psikologis dan perilaku tertentu sehingga menghasilkan peluang penelitian yang lebih luas dan relevan.<\/p>\n<p data-start=\"748\" data-end=\"1120\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-5451\" src=\"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-content\/uploads\/sites\/12\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-09.44.03.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1122\" data-end=\"1481\">Sesi ini juga menekankan pentingnya membangun <strong data-start=\"1168\" data-end=\"1190\">logical connection<\/strong> antarvariabel serta menggunakan <strong data-start=\"1223\" data-end=\"1248\">theoretical framework<\/strong> yang tepat. Hubungan dalam sebuah model penelitian harus memiliki dasar teoritis yang kuat sehingga penelitian tidak sekadar menggabungkan berbagai variabel, tetapi mampu menjelaskan <strong data-start=\"1432\" data-end=\"1480\">mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1483\" data-end=\"1781\">Melalui contoh penelitian mengenai <strong data-start=\"1518\" data-end=\"1546\">AI dan consumer behavior<\/strong> yang telah dipublikasikan, peserta memperoleh gambaran praktis mengenai proses mengubah fenomena aktual menjadi pertanyaan penelitian, membangun hubungan antar konsep, dan menghasilkan kontribusi akademik yang memiliki nilai kebaruan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1783\" data-end=\"2152\">Hal menarik lainnya adalah adanya <strong data-start=\"1817\" data-end=\"1839\">diskusi interaktif<\/strong>, di mana peserta didorong untuk mengidentifikasi fenomena dan perspektif teori yang relevan dengan bidang penelitian masing-masing. Pendekatan ini membantu peserta melihat bahwa fenomena penelitian dapat ditemukan dari berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan akademik, bisnis, teknologi, maupun masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2154\" data-end=\"2638\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Secara keseluruhan, sesi ini memberikan insight bahwa <strong data-start=\"2208\" data-end=\"2293\">penelitian yang berkualitas dimulai dari kemampuan melihat fenomena secara kritis<\/strong>. Peneliti tidak hanya perlu bertanya <em data-start=\"2331\" data-end=\"2352\">\u201capa yang terjadi?\u201d<\/em>, tetapi juga <em data-start=\"2366\" data-end=\"2478\">\u201cmengapa hal tersebut terjadi, bagaimana prosesnya, dan apa yang belum dijelaskan oleh penelitian sebelumnya?\u201d<\/em> Pendekatan sistematis tersebut menjadi dasar penting dalam menghasilkan penelitian yang <strong data-start=\"2567\" data-end=\"2637\">original, relevan, dan memiliki kontribusi teoritis maupun praktis<\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Speaker: Dr. Halimin Herjanto Sesi \u201cSystematic Discovery of Novel Research Phenomena\u201d yang disampaikan oleh Dr. Halimin Herjanto, Ph.D. memberikan pemahaman mengenai bagaimana peneliti dapat menemukan fenomena penelitian yang baru dan relevan secara sistematis, khususnya dalam perkembangan riset Artificial Intelligence (AI). Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa kebaruan penelitian (novelty) tidak hanya berarti mereplikasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":5452,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-5450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5453,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5450\/revisions\/5453"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/drm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}