{"id":723,"date":"2021-03-31T15:18:15","date_gmt":"2021-03-31T08:18:15","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/?p=723"},"modified":"2021-11-03T11:03:02","modified_gmt":"2021-11-03T04:03:02","slug":"kopi-specialty-sustainable","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/2021\/03\/kopi-specialty-sustainable\/","title":{"rendered":"Nilai Tinggi Bisnis Kopi Specialty dan Sustainable"},"content":{"rendered":"<p><em>Sumber: Unsplash<\/em><\/p>\n<p>Indonesia merupakan negara produsen kopi terbesar ke-4 di dunia. Namun bagaimana sebenarnya kita dapat mengoptimalkan potensi bisnis kopi? Untuk berhasil dalam bisnis kopi, kita harus mengenal nilai keunggulan yang ditawarkan (<em>value proposition<\/em>) dari kopi Indonesia untuk segmen pasar tertentu. Lalu, penting untuk kita dapat memahami bagaimana tren kopi yang terjadi.<\/p>\n<p>Dalam tren global, terjadi tren yang meningkat menuju fase kelima konsumsi kopi global, yaitu dimana konsumen kopi akan lebih fokus pada konsep kopi artisan berkualitas tinggi yang diproduksi dengan skala kecil namun dengan proses <em>sustainable\u00a0<\/em>(berkelanjutan) dan teknologi memadai. Akan tetapi, kondisi pasar di Indonesia masih berada di fase kedua, yaitu dimana masih berfokus kepada brand-brand kafe kopi ternama, seperti Starbucks. Bahkan saat ini juga banyak brand kafe kopi dari Indonesia yang populer, seperti Kopi Kenangan, Janji Jiwa, dan lainnya. Hal ini menandakan bahwa dengan konsumsi kopi dalam negeri yang terus meningkat, maka kopi dengan kelas pasaran sudah tidak ada <em>value proposition<\/em>.<\/p>\n<p>Untuk bisa berbisnis kopi dengan skala global, maka tidak lain jawabannya adalah dengan berfokus pada kopi <em>specialty\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>sustainable<\/em>. Apalagi untuk usaha dengan level kecil yang tidak mampu untuk produksi kopi dalam volume besar, berbisnis kopi <em>specialty\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>sustainable\u00a0<\/em>dalam volume kecil ini merupakan solusi terbaik.<\/p>\n<p>Kopi\u00a0<em>specialty<\/em>\u00a0adalah kopi yang dinilai oleh Q-Grader tersertifikasi yang mampu memenuhi kriteria kelas specialty mengacu pada Specialty Coffee Association (SCA), dari segi kualitas fisik dan kualitas rasa. Terdapat tiga kelas dalam kualitas fisik, yaitu\u00a0<em>Specialty Grade<\/em>,\u00a0<em>Premium Grade<\/em>, dan\u00a0<em>Exchange Grade<\/em>. Untuk kualitas rasa, kopi dapat dibilang\u00a0<em>specialty\u00a0<\/em>jika mendapatkan nilai di atas 80 melalui proses\u00a0<em>cupping<\/em>. Terdapat beberapa kelas pada penilaian kualitas rasa, yaitu\u00a0<em>Very Good<\/em>\u00a0(80-84),\u00a0<em>Excellent<\/em>\u00a0(85-89), dan\u00a0<em>Outstanding\u00a0<\/em>(90-100). Semakin tinggi nilai yang didapatkan, maka akan semakin dinilai mahal oleh konsumen kopi. Bayangkan saja,\u00a0<strong>kopi\u00a0<em>specialty<\/em>\u00a0dapat\u00a0dijual sampai\u00a010 kali lipat\u00a0atau lebih daripada kopi kelas mainstream.<\/strong><\/p>\n<p>Di sisi lain, kopi\u00a0<em>sustainable<\/em>\u00a0adalah kopi yang diproduksi dengan prinsip berkelanjutan. Banyak pakar kopi yang mengatakan bahwa kopi\u00a0<em>specialty<\/em>\u00a0juga diperlukan untuk mengikuti prinsip berkelanjutan. Standar proses berkelanjutan yang paling terkenal untuk produk kopi adalah Organik, Fairtrade, dan UTZ-Rainforest Alliance. Ini bisa dibuktikan dengan sertifikasi. Jika sahabat UKM belum sanggup untuk memproses sertifikasi ini, maka bisa ditunjukkan dengan cerita ataupun foto dan video mengenai proses produksi kopi yang sudah sesuai dengan prinsip berkelanjutan ini. Telah terbukti bahwa\u00a0<strong>kopi\u00a0<em>sustainable<\/em>\u00a0mampu\u00a0dijual sampai sampai 3 kali lipat\u00a0atau lebih daripada kopi kelas\u00a0<em>mainstream<\/em>.<\/strong><\/p>\n<p>Terdapat tiga tren penting pada kopi\u00a0<em>specialty\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>sustainable<\/em> ini yang bisa dilakukan oleh pebisnis kopi Indonesia dalam strategi mengusung produk:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengedepankan\u00a0<strong>kualitas dan keunikan<\/strong>\u00a0biji kopi yang spesifik diproduksi dari suatu daerah (disebut\u00a0<strong>single-origin<\/strong>).\u00a0Makin spesifik penjelasan daerah produksi kopi tersebut, maka akan semakin menjual produknya. Indonesia memiliki banyak potensi dalam mengusung strategi ini dikarenakan keunikan dan kekhasan yang dimiliki oleh kopi masing-masing daerah.<\/li>\n<li>Menciptakan\u00a0<strong>rasa yang unik dari percampuran<\/strong>\u00a0berbagai pilihan macam kopi single-origin (dari berbagai daerah). Lagi-lagi, Indonesia memiliki potensi kuat dalam strategi ini dikarenakan memiliki banyak sekali jenis kopi\u00a0<em>single-origin<\/em>.<\/li>\n<li>Mengutamakan\u00a0<strong>kualitas sangat tinggi<\/strong>\u00a0dari biji kopi yang diproduksi dengan\u00a0<strong>volume kecil<\/strong>, sekitar 40 karung per tahunnya (disebut\u00a0<em>micro-lot<\/em>). Ini dapat menggambarkan bahwa produk ini sangat terbatas, sehingga harganya akan dapat sangat tinggi. UKM Indonesia harus menggarap ini dengan serius, karena mampu menciptakan\u00a0<em>value-added<\/em>\u00a0yang sangat tinggi dengan kapasitas produksi yang tidak besar.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tren kopi\u00a0<em>specialty<\/em>\u00a0ini haruslah dimanfaatkan oleh kopi Indonesia. Meskipun produksi kopi\u00a0<em>specialty<\/em>\u00a0masih terbatas di Indonesia, apalagi jenis kopi kita yang sebagian besar adalah Robusta berkualitas rendah. Namun, masih banyak dataran tinggi di Indonesia untuk ditanamkan jenis kopi Arabika berkualitas tinggi. Bahkan hal penting perlu diingat adalah beberapa kopi Robusta Indonesia juga bisa mendapatkan\u00a0<em>grade specialty<\/em>. Terdapat juga kopi luwak yang dianggap sebagai kopi\u00a0<em>specialty<\/em>\u00a0yang tinggi nilainya.<\/p>\n<p>Di samping itu, tren\u00a0<em>sustainability<\/em>\u00a0ini juga perlu untuk diprioritaskan untuk kesuksesan ekspor kopi. Sertifikasi bukanlah satu-satunya yang terpenting dalam tren ini. Akan tetapi, yang lebih penting adalah komunikasi mengenai transparansi harga dan kesejahteraan petani kopi.<\/p>\n<p>Kita tahu bahwa menjual biji kopi mentah adalah tidak disarankan karena tidak memiliki nilai tambah yang tinggi. Namun, pemerintah merekomendasi untuk menjual biji kopi mentah yang memiliki <em>standar specialty\u00a0<\/em>dan<em>\u00a0sustainable<\/em>, karena mampu bernilai tinggi di pasar global.<\/p>\n<p>Proses pengolahan kopi (<em>roasting<\/em>) memang menghasilkan nilai tambah dalam pasar global. Tapi, industri pengolahan kopi (<em>Roaster<\/em>) di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat sudah berkembang pesat dan sulit dikalahkan, sehingga mereka hanya membutuhkan biji kopi mentah berkualitas tinggi.\u00a0jika Indonesia fokus pada kualitas pertanian kopi untuk menghasilkan produk dengan standar\u00a0<em>specialty\u00a0<\/em>dan<em>\u00a0sustainable<\/em>, maka bisa dibayangkan berapa penambahan nilai jual produk kopi kita.<\/p>\n<p>Sudah jelas bagi kita semua bahwa kopi Indonesia berpotensi besar untuk diunggulkan dalam skala global. Sebetulnya yang perlu dilakukan oleh pebisnis kopi Indonesia adalah terus belajar bagaimana mempersiapkan kopi <em>specialty\u00a0<\/em>dan<em>\u00a0sustainable<\/em> yang tidak kalah di persaingan global. Perlu diingat, bahwa kualitas kopi Indonesia tidak kalah dengan kopi pesaing negara lainnya. Jangan mau untuk menjual biji kopi kita dengan harga murah ke pembeli.<\/p>\n<p>Untuk itulah, saya sarankan bagi teman-teman yang ingin mengambil peluang ini untuk memfokuskan diri membantu para petani kopi dalam proses produksi biji kopi\u00a0<em>specialty<\/em>. Ajari petani bagaimana sistem produksi kopi yang terdepan serta bantu dengan permodalan khususnya dalam teknologi. Jangan lupa juga, bahwa\u00a0<em>sustainability\u00a0<\/em>adalah faktor penting lain selain kualitas tinggi. Fokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Komunikasikanlah profil petani dan ceritakanlah daerah asal produksi kopi. Serta, dokumentasikanlah transparansi harga dari petani. Jika akses modal kuat, maka lakukanlah sertifikasi pertanian. Jika persiapan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, niscaya kopi Indonesia dapat menjadi nomor satu di dunia, dan petani kopi Indonesia pun makin sejahtera.<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/djpen.kemendag.go.id\/app_frontend\/admin\/docs\/publication\/9321548126511.pdf\">Kementerian Perdagangan RI (2018): Warta Ekspor Kopi Specialty Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cbi.eu\/market-information\/coffee\/trends\/\">CBI: Which trends offer opportunities or pose threats on the coffee market?<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cbi.eu\/market-information\/coffee\/finding-buyers\/\">CBI: Tips to Find Coffee Buyers<\/a><\/p>\n<div class=\"ms-editor-squiggler\" style=\"color: initial;font: initial;background: initial;background-blend-mode: initial;border: initial;border-radius: initial;border-collapse: initial;caption-side: initial;clear: initial;columns: initial;column-fill: initial;column-rule: initial;column-span: initial;cursor: initial;flex: initial;flex-flow: initial;float: initial;height: 0px;letter-spacing: initial;margin: initial;max-height: initial;max-width: initial;min-height: initial;min-width: initial;overflow: initial;padding: initial;text-align: initial;text-decoration: initial;text-indent: initial;text-transform: initial;vertical-align: initial;border-spacing: initial;width: initial\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: Unsplash Indonesia merupakan negara produsen kopi terbesar ke-4 di dunia. Namun bagaimana sebenarnya kita dapat mengoptimalkan potensi bisnis kopi? Untuk berhasil dalam bisnis kopi, kita harus mengenal nilai keunggulan yang ditawarkan (value proposition) dari kopi Indonesia untuk segmen pasar tertentu. Lalu, penting untuk kita dapat memahami bagaimana tren kopi yang terjadi. Dalam tren global, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":724,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-723","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=723"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":837,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/723\/revisions\/837"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/media\/724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}