{"id":259,"date":"2018-04-12T22:05:45","date_gmt":"2018-04-12T15:05:45","guid":{"rendered":"http:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/?p=259"},"modified":"2021-04-14T17:21:42","modified_gmt":"2021-04-14T10:21:42","slug":"entrepreneur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/2018\/04\/entrepreneur\/","title":{"rendered":"Entrepreneur"},"content":{"rendered":"<p>Memulai suatu\u00a0 usaha baru di zaman dahulu, tentu sangat berbeda dengan zaman sekarang. Apalagi perkembangan teknologi dan trend menjadi salah satu penyebab mengapa adanya perbedaan menjadi <em>entrepreneur<\/em> di zaman sekarang. Menjadi seorang <em>entrepreneur <\/em>di zaman sekarang membutuhkan skill \u2013 skill tertentu yang disesuaikan dengan keadaan seperti kemampuan untuk terus berinovasi sambil mengikuti perkembangan dari kebutuhan konsumen itu sendiri. <em>Entrepreneur<\/em> sendiri sekarang mulai dijadikan sebagai ilmu di Indonesia yang diajarkan di sekolah menengah ke atas , maupun dijadikan sebagai mata kuliah , namun di luar negeri sendiri , <em>Entrepreneurship<\/em> sudah dijadikan ilmu sejak tahun 1970. <em>Entrepreneur<\/em> mempunyai pengertian yaitu seseorang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Sedangkan <em>Entrepreneurship<\/em> adalah seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan. Secara hakikatnya, seorang <em>entrepreneur<\/em> mempunyai beberapa sifat dasar yang harus dipenuhi seperti\u00a0 memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan sikap yang optimis dalam segala hal. Sikap optimis seorang <em>entrepreneur<\/em> diperlukan saat pengambilan keputusan maupun saat meluncurkan produk baru di pasaran. Namun memiliki sikap yang terlalu optimis juga tidak terlalu baik jika dimiliki oleh seorang <em>entrepreneur<\/em> karena hal tersebut membuat seorang <em>entrepreneur<\/em> tidak mau mendengarkan masukan dari orang \u2013 orang di sekitarnya tentang produk yang ia buat sehingga dapat berakibat fatal.<\/p>\n<p>Sifat berani mengambil resiko juga harus dimiliki setiap <em>entrepreneur<\/em>, karena ketika seorang <em>entrepreneur<\/em> meluncurkan suatu produk apalagi produk tersebut benar \u2013 benar baru di pasaran, mengakibatkan adanya resiko tidak laku. Seorang <em>entrepreneur<\/em> harus siap dalam menghadapi resiko tersebut, karena dari sisi positifnya, ia bisa belajar dari kesalahan yang lalu dan bisa membangkitkan produknya kembali. Sifat dasar yang ketiga yang harus dimiilki adalah mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik. Seorang <em>entrepreneur<\/em> harus menjadi contoh dan menjadi pemimpin yang baik untuk anak buahnya kelak, sehingga usaha yang dijalankan tetap stabil dan tidak keluar dari jalur. Sebuah usaha yang baik diawali oleh pemimpin yang bijaksana dan mampu mengatur anggotanya. SIfat dasar yang ke empat adalah mudah bersosialisasi. Seorang <em>entrepreneur<\/em> harus mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi yang baik dengan banyak orang, terutama customer , supplier, distributor dan lain \u2013 lain. Membangun hubungan yang harmonis dan baik dengan customer, supplier dan distributor sangat diperlukan karena dapat membuka jaringan bisnis yang lebih luas dan merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi seorang <em>entrepreneur<\/em>. Sifat dasar yang terakhir adalah sifat yang inovatif. Hal ini tentu diperlukan oleh seorang <em>entrepreneur<\/em> karena dalam menciptakan suatu produk , diperlukan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi konsumen , dan di zaman sekarang dibutuhkan barang atau produk yang dapat membuat kehidupan seseorang lebih efektif dan efisien. Dilihat dari pernyataan diatas, memang menjadi seorang <em>entrepreneur<\/em> bukan merupakan hal yang mudah tetapi bukan juga sesuatu yang sulit , namun kerja keras dan jerih payah pasti akan terbayar dengan hasil dan keuntungan finansial yang diterima seorang <em>entrepreneur<\/em> itu sendiri. Jadi jangan pernah takut untuk menjadi seorang <em>Entrepreneur<\/em>.<\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<ul>\n<li>\u201c[2] BAB II. KONSEP DASAR <em>ENTREPRENEURSHIP<\/em>\u201d. Diakses pada 2 Juni 2017. <span style=\"text-decoration: underline\"><a href=\"https:\/\/rohmatfapertanian.wordpress.com\/diktat-entrepreneurship\/bab-ii-konsep-dasar-entrepreneurship\/\">https:\/\/rohmatfapertanian.wordpress.com\/diktat-<em>entrepreneurship<\/em>\/bab-ii-konsep-dasar-<em>entrepreneurship<\/em>\/<\/a><\/span><\/li>\n<li>\u201c15 Tanda Bahwa Kamu Punya Bakat Buat Jadi Seorang Pengusaha Sukses\u201d. Diakses pada 2 Juni 201<span style=\"text-decoration: underline\">7. http:\/\/www.hipwee.com\/sukses\/apakah-kamu-berbakat-jadi-pengusaha-ini-15-ciri-ciri-seorang-pengusaha\/<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memulai suatu\u00a0 usaha baru di zaman dahulu, tentu sangat berbeda dengan zaman sekarang. Apalagi perkembangan teknologi dan trend menjadi salah satu penyebab mengapa adanya perbedaan menjadi entrepreneur di zaman sekarang. Menjadi seorang entrepreneur di zaman sekarang membutuhkan skill \u2013 skill tertentu yang disesuaikan dengan keadaan seperti kemampuan untuk terus berinovasi sambil mengikuti perkembangan dari kebutuhan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-259","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":260,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259\/revisions\/260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bbs.binus.ac.id\/business-creation\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}