Memilih model bisnis menjadi salah satu titik krusial dalam proses Anda mengembangkan bisnis Anda. Namun, sebagian besar pemilik bisnis yang baru berdiri seringkali salah hingga bahkan kurang pertimbangan dalam memilih model bisnisnya. Hasilnya? Bisnis mereka tidak dapat bertahan lama di tengah persaingan yang ketat.

Sebelum mulai launching bisnis Anda, luangkanlah waktu Anda untuk mempertimbangkan berbagai faktor penting berikut ini agar Anda tidak salah dalam memilih model bisnis yang paling tepat untuk bisnis Anda.

Pertimbangkan 5 Hal ini Sebelum Memilih Model Bisnis Anda

1. Siapa Pelanggan Anda?

Untuk memilih model bisnis, hal pertama yang perlu Anda cari tahu adalah siapa pelanggan Anda. Ini berarti Anda perlu mempelajari profil pelanggan Anda dari segi demografi, psikografi, hingga perilaku dan kebiasaan. Hal ini akan mempermudah Anda untuk memahami bagaimana mereka berperilaku dan berpikir, keseharian mereka, masalah dan harapan mereka, kondisi ekonomi, hingga pola mereka berbelanja dan membeli barang. Memahami pelanggan Anda dengan baik akan membantu Anda untuk memilih model bisnis yang tepat untuk melayani dan memberikan experience terbaik untuk mereka.

2. Bagaimana Kondisi & Potensi Pasar ke Depannya?

Selain pelanggan secara spesifik, Anda juga perlu menganalisa kondisi & potensi pasar yang Anda targetkan ke depannya. Pelajari apakah memang ketertarikan dan minat pasar terhadap produk Anda tinggi dan Anda sesuai dengan pasar yang Anda tuju.

Selain itu, pelajari juga kompetitor Anda secara lebih detail. Apabila Anda rasa model bisnis kompetitor kurang efektif dan tepat, Anda dapat memilih model bisnis yang Anda rasa lebih efektif dan kompetitif sehingga Anda lebih mampu bersaing dengan kompetitor Anda. Namun, Anda juga bisa menggunakan model bisnis yang sudah existing dengan pendekatan yang berbeda atau lebih baik sehingga mampu bersaing dengan kompetitor Anda dan melayani pelanggan Anda lebih baik lagi.

3. Apa Value Proposition Bisnis Anda?

Selain melihat pelanggan dan kondisi pasar, Anda juga perlu memperhatikan value proposition. Value proposition berkaitan dengan apa yang bisnis Anda tawarkan kepada customer yang mampu menyelesaikan masalah mereka dan membuat hidup mereka menjadi lebih baik.

Dengan memahami benefits yang Anda dapat berikan kepada pelanggan Anda, Anda akan dapat memilih model bisnis yang tepat dan sesuai dengan benefits tersebut. Pada akhirnya, Anda akan dapat memaksimalkan bagaimana bisnis Anda dapat menyajikan value proposition tersebut kepada pelanggan Anda.

4. Bagaimana Kondisi Sumber Daya Bisnis Anda?

 

5. Bagaimana Kemampuan Bisnis Anda untuk Bertumbuh?

Seiring waktu berjalan, demand produk Anda akan meningkat, penjualan akan bertumbuh, dan Anda akan membutuhkan operasional yang lebih baik lagi. Kondisi ini akan menguji scalability, yakni kemampuan bisnis Anda untuk bertumbuh seiring demand dan penjualan bertambah.

Model bisnis yang Anda pilih harus mengakomodir kondisi tersebut. Sangat disarankan bagi Anda untuk memilih model bisnis yang Anda anggap mampu dan siap untuk menangani scalability bisnis Anda. Memilih model bisnis yang tidak berkaitan dengan scalability akan menyulitkan bisnis Anda untuk bertumbuh dan berkembang.

Kesimpulan

Beberapa poin di atas perlu dipikirkan secara matang-matang sebelum Anda memilih model bisnis. Anda perlu memperhatikan bagaimana model bisnis bisa sesuai dengan target pasar, value proposition, kondisi bisnis, dan kemampuan bisnis Anda dalam jangka panjang. Dengan begitu, bisnis Anda bukan hanya dapat bertahan secara jangka panjang, tetapi juga berkembang dan beradaptasi melampaui berbagai perubahan yang ada.