Mengatur emosi Anda selama negosiasi

Compiled by: Nugroho J. Setiadi, PhD

Orcid-ID: http://orcid.org/0000-0002-1864-0116

 

Anda berada di tengah negosiasi yang memanas dengan rekan Anda. Anda ingin tampil sebagai percaya diri, tapi di dalam diri Anda merasa malu-malu. Selama situasi sulit ini, sebenarnya ada dua percakapan yang terjadi pada saat bersamaan. Yang jelas: Percakapan Anda dengan orang lain. Yang lainnya adalah percakapan yang Anda alami dalam diri Anda sendiri tentang seberapa besar keinginan dan kemampuan Anda untuk melakukan peregangan di luar zona nyaman Anda. Untuk bernegosiasi dengan sukses, Anda perlu mempertanyakan posisi Anda dalam kedua percakapan tersebut. Saat Anda bernegosiasi dengan orang lain, lihatlah melampaui posisi Anda untuk menemukan kesamaan. Dan saat Anda bernegosiasi dengan diri sendiri, “posisi” Anda mungkin berarti Anda tidak ingin bersikap lebih asertif. Gali sedikit lebih dalam dan tanyakan pada diri Anda mengapa. Apakah ini merupakan tantangan emosional? Apakah kamu takut bersikap tegas? Atau apakah itu tantangan berbasis keterampilan? Sampai di bagian bawah mengapa Anda tidak mau melangkah keluar dari zona nyaman Anda adalah langkah pertama untuk menjadi negosiator yang lebih baik.

 
Diadaptasi dari
“The Two Conversations You’re Having When You Negotiate,” by Andy Molinsky

 

Sumber: Molinsky, A. (2016). The Two Conversations You’re Having When You Negotiate. Harvard Business Review.  From: https://hbr.org/2016/04/the-two-conversations-youre-having-when-you-negotiate?cm_mmc=email-_-newsletter-_-management_tip-_-tip_date&referral=00203&utm_source=newsletter_management_tip&utm_medium=email&utm_campaign=tip_date&spMailingID=14964677&spUserID=Mzc5MDI3ODgzS0&spJobID=821049806&spReportId=ODIxMDQ5ODA2S0.   Retrieved on July 15, 2016.

Nugroho J. Setiadi
  1. Dari artikel diatas bisa diambil kesimpulannya, mungkin awalnya kita sudah ingin mengutarakan pendapat yang mau kita omongkan. Tapi di satu sisi kita takut untuk melontarkan pendapat itu karena takut apa yang kita ucapkan salah dan lawan bicara kita takut merasa tersinggung lewat pendapat kita. Kalau dari pertanyaan diatas "Apakah ini tantangan berbasis ketrampilan?" Menurut saya ada orang yang dikasih ketrampilan atau talenta untuk berbicara keorang banyak ataupun juga sebaliknya, ada juga orang yang memang tidak mempunyai keahlian berbicara ke banyak orang. Mungkin ini salah satunya kenapa kita tidak berani untuk melakukan peregangan atau keluar dari zona nyaman kita

  2. Menurut saya pribadi negosiasi adalah suatu hal yang sulit untuk di lakukan karena kita diharuskan untuk tidak bersikap egois dengan mengedepankan kepentingan diri kita atau organisasi kita sendiri. Kedua belah pihak diminta untuk mengerti apa yang diinginkan oleh lawan bicaranya. Mengapa sulit? Karena dalam negosiasi kita diminta untuk selembut mungkin, dan selihai mungkin untuk membuat lawan bicara kita berfikir seolah-olah merekalah pihak yang membutuhkan kita. Selain itu kita juga diminta untuk mencarikan solusi atau jalan keluar bagi lwan negosiasi kalau-kalau mereka merasa negosiasi dari kita tidaklah menguntungkan bagi diri mereka. Kemampuan ini tentu tidak dimiliki oleh setiap orang. Entah karena kurangnya kemampuan dalam berkomunikasi atau kurangnya wawasan mereka mengenai tujuan dan kepentingan lawan negosiasi mereka. Oleh karena itu dalam bernegosiasi kita perlu mengasah kemampuan debat dan berfikir kritis terlebih dahulu sehingga tujuan kita dapat tercapai tanpa ada pihak yang dirugikan.

  3. Untuk mengontrol emosi saat bernegosiasi, menegosiasikan diri sendiri memang lebih sulit dibandingkan saat kita sedang bernegosiasi dengan orang lain. Dimana saat kita sedang melakukan negosiasi kepada diri sendiri, kita pasti akan memikirkan "apa yang akan terjadi kelak apabila saya memilih jalan ini". Disitu juga, apabila terjadi kesalahan pengambilan keputusan saat bernegosiasi kepada diri sendiri, terkadang kita masih belum siap atau masih ada rasa takut untuk mengambil langkah selanjutnya. Dibandingkan apabila kita bernegosiasi dengan orang lain, dimana kita akan mengambil keputusan, pasti masih terdapat pengambilan jalan lain yang bisa saja diberikan oleh orang yang kita ajak negosiasi. Seperti kita akan tahu nanti, sebab dan akibatnya apabila bernegosiasi dengan orang lain.

  4. Terima kasih ata informasinya pak

  5. Terima kasih atas informasinya pak

  6. Artikel ini sangat berguna untuk berbisnis di masa depan saya. Karena di manapun kita berada harus bisa mengkontrol emosi.

  7. Dalam Bernegosiasi menurut saya, harus mempunyai sifat berani dalam memukakan pendapat yang ingin disampaikan. Percakapan didalam diri yang bapak maksud adalah Ketidakpedean Ketidakpedean hanya akan membuat kita gugup saat mengemukakan pendapat di umum Yang penting dalam bernegosiasi adalah pintar berbicara dan bersifat kritis agar negosiasi tersebut bisa menemukan titik terang

  8. Menurut saya, dalam proses negosiasi memanas seperti yang dinyatakan di atas, kita perlu meningkatkan penguasaan diri kita, bagaimana kita mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menjadi seorang negosiator yang baik.

  9. In my opinion, it is important for you to really know the issue of the negotiation content. because with a deep understanding on the content, it can improve your confidence, and not easily deterred by the other party, while also assert to the other party that you know what youre doing and every rebuttal you make is credible. 2201837365 AO-LF21

  10. Untuk mengontrol emosi saat bernegosiasi, menegosiasikan diri sendiri memang lebih sulit dibandingkan saat kita sedang bernegosiasi dengan orang lain. Dimana saat kita sedang melakukan negosiasi kepada diri sendiri, kita pasti akan memikirkan "apa yang akan terjadi kelak apabila saya memilih jalan ini". Disitu juga, apabila terjadi kesalahan pengambilan keputusan saat bernegosiasi kepada diri sendiri, terkadang kita masih belum siap atau masih ada rasa takut untuk mengambil langkah selanjutnya. Dibandingkan apabila kita bernegosiasi dengan orang lain, dimana kita akan mengambil keputusan, pasti masih terdapat pengambilan jalan lain yang bisa saja diberikan oleh orang yang kita ajak negoisasi

  11. Betul sekali. Kebanyakan orang melakukan negosiasi dengan emosi bahkan sampai menimbulkan masalah. Tanpa di sadari, negosiasi itu membutuhkan pemikiran yang sama untuk dapat mencapai keputusan yang tepat dan memuaskan.

  12. betul sekali saat negosiasi kita harus terlihat professional dengan menggunakan kepala dingin

  13. Agar berhasil melakukan negosiasi, memang perlu dilakukan pengaturan emosi yang baik. Tanpa pengaturan emosi yang baik, proses negosiasi tidak akan berjalan baik.

  14. namun bagaimana jika kita sendiri tidak dapat mengerti posisi kita pak?

  15. Saya setuju dengan opini di atas. Terkadang manusia memang tidak ingin keluar dari zona nyaman mereka. Tapi apakah dengan berada di zona nyaman, mereka akan dapat memyesuaikan diri dengan orang lain? Tidak. Terkadang memang manusia merasa "minder" saat berkomunikasi dengan orang lain. Kita harus keluar dari zona nyaman itu dan dapat berkomunikasi lebih baik lagi tanpa harus menjadi orang lain. Jika gagal, kita harus terus mencoba. Sehingga kita tau dimana kesalahan kita dan dapat memperbaikinya. Karena kegagalan itu adalah awal dari keberhasilan. Sekian & Terima kasih.

  16. Saya setuju dengan pernyataan diatas bahwa dalam menjalankan negosiasi kita harus mengendalikan emosi kita karena dalam bernegosiasi kita akan berbicara dengan prang lain dan diri kita sendiri

  17. Menurut saya, ini adalah tantangan berbasis keterampilan yang melatih emosional didalam diri kita untuk dapat menstabilkan emosi kita saat berhadapan dengan lawan bicara kita dan tentunya diri kita sendiri. bagaimana kita menyikapi hal tersebut adalah suatu keterampilan yang harus kita latih agar semakin lama semakin terbiasa dengan keadaan bernegosiasi tersebut.

  18. ya betul, dalam bernegosiasi kita harus mempunyai titik kelemahan yang di negosiasikan dan terus menanyakan dengan jelas agar bisa memenangkan

  19. Negosiasi harus dilakukan dengan baik dan tidak mengandalkan emosi. Bila negosiasi tidak menemukan kata sepakat, cobalah untuk mencari solusi yang lain tanpa harus meluapkan emosi yang justru membuat orang yang bernegosiasi dengan kita bisa membatakan negosiasi.

  20. Memang sangat sulit keluar dari zona nyaman. Boleh jadi zona nyaman menjadi jebakan biat diri sendiri. Beberapa orangpun pasti pernah merasakan "bernegosiasi" dengan diri sendiri, kurangnya kepercayaan diri untuk bersosialisi pada sekitarnya.

  21. Menurut artikel yang ditulis saya sependapat karena dalam bernegosiasi itu kita harus bisa menghadapi berbagai macam karakter orang karena setiap orang itu mempunyai sifat atau karakter yang berbeda beda dan kita harus bisa menghadapi situasi nya dengan cara yang baik dan juga kita harus bersabar dalam bernegosiasi

  22. Mengendalikan emosi sangat penting dalam negosiasi, karena jika kita hanya mementingkan emosi, bisa jadi hanya emosi negatif yang keluar saat negosiasi itu dan kadang logika kita tidak terpakai. Dan menimbulkan pikiran tidak fokus saat bernegosiasi,pada akhirnya tujuan yg akan dicapai menjadi terbengkalai.

  23. artikel ini sangat inspiratif apalagi untuk siswa atau mahasiswa yang sering kali berhadapan dengan tugas dengan cara bernegosiasi. semoga dengan artikel ini hidup akan lebih berguna dan bermanfaat bagi sesama

  24. Saya sangat setuju karena dalam negosiasi ato bisnis apa pun , kita tidak ingin merusak hubungan antara rekan kerja kita.

  25. Ya karena semua hal apabila di lakukan dengan emosi atau darah tinggi tidak semuanya menyelesaikan masalah bahkan mungkin memperburuk keadaan

  26. Sebelum anda bernegosiasi dengan orang lain berbicara dengan diri sendiri dan bertanya pada diri sendiri agar anda lebih percaya diri

  27. Sebelum anda bernegosiasi dengan orang lain berbicara dengan diri sendiri dan bertanya pada diri sendiri agar anda lebih percaya diri

  28. Dalam negosiasi, kesamaan frekuensi dan tujuan negosiasi sangat perlu diperhatikan. Banyak orang yang bernegosiasi main langsung tembak saja tanpa mempedulikan variabel lain dalam negosiai. Salah satu variabel yang penting dalam negosiasi ialah emosi, bika kita dapat mengatur emosi kita dan menempatkan siapa diri kita dan apa tujuan kita dalam negosiasi tersebut, tentu negosiasi tersebut akan menghasilkan keputusan yang menyenangkan bagi kedua belah pihak.

  29. Jangan lupa untuk menahan emosi dalam negosiasi.

  30. Percaya diri memang sangat dibutuhkan tapi pengendalian emosi juga tak kalah penting karena memiliki hubungan yang baik kepada partner kerja sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

  31. Sangat diperlukan megatur emosi dalam segala hal, tidak selalu dalam hal negosiasi pengaturan emosi diperlukan. Dari artikel diatas dimana rasa malu harus dihilangkan dan akan timbul sebuah rasa kepercayaan diri yang akan membuat kita menjadi lebih tegas dalam menghapi semua permasalahan dan negosiasi. Jika terjadi sebuah negosiasi yang memanas maka lebih baik kita kontrol diri kita masing-masing, dengan berbagai cara yang kita lakukan untuk meredam emosi.

  32. Dalam bernegoisasi tak perlu emosi.memang saat bernegoisasi sering timbul ketengangan.tapi demi kelancaran kita harus mampu meredam emosi bagaimana supaya kedua belah pihak menguntungkan.

  33. Menurut saya, dalam bernegosiasi kita harus percaya diri dan yakin dengan yang kita inginkan, jangan sampai menyesal dengan hasil negosiasi.

  34. Menurut saya artikel ini sangat bagus untuk meningkatkan percaya diri seseorang dalam bernegosiasi.

  35. Artikel ini sangat membuka pikiran saya, terima kasih

  36. Saya setuju. Karena Didalam kehidupan kita sehari- hari dan di mana pun kita berada tidak pernah lepas dari masalah . Masalah yang kita hadapi akan bermanfaat yaitu : 1).membuat kita semakin dekat dengan Tuhan 2). Melatih kekuatan mental 3). Membuat pola pikir kita semakin terbuka 4). Membantu menghilangkan argogansi 5). Belajar menjadi ikhlas Masalah bukanlah menjadi momok bagi setiap orang tetapi sebagai pedoman dalam kehidupan manusia . Dalam mengatasi masalah yang ada kita harus berfikir kritis dan logis. Sehingga kita boleh tetap berkomunikasi baik terhadap orang lain .

  37. menurut pendapat saya tentang artikel diatas adalah bahwa saya setuju dengan artikel tersebut karena memang dalam bernegosiasi kita harus menahan dan menjaga emosi kita agar negosiasinya berjalan dengan lancar dan memang keluar dari zona nyaman kita sendiri itu sangatlah sulit maka dari itu seharusnya kita bisa keluar dari zona nyaman kita agar kita menjadi negosiator yang lebih baik lagi. sekian dan terimakasih

  38. Saat melakukan negosiasi kita harus bisa mengendalikan emosi kita karena proses negosiasi memerlukan kesabaran dan keuletan untuk meraih hasil terbaik.Dan juga anda perlu keluar dari zona nyaman anda agar anda bisa lebih percaya diri dalam melakukan negosiasi. ARIQ RIZKI.P 2101722694 LE21