ANALISA PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP CITRA MEREK YANG BERDAMPAK PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK BISKUIT KHONG GUAN (STUDI KASUS: PT BIG ROYAL LESTARI) – Part 4

Oleh: Anastasia Anggraeni (Student of International Marketing) & Dr. Haryadi Sarjono (Head of International Marketing Program)

PT Big Royal Lestari merupakan salah satu pemain besar dalam pasar biskuit di Indonesia, karena mengingat perusahaan biskuit tersebut menempati posisi market leader dalam kategori biskuit assorted di Indonesia dan memiliki pangsa pasar yang mencapai 35% (Budi Hendarto, 2004). Namun, PT Mayora Indah dengan merek dagang Roma berhasil menyalip posisi Khong guan yang pada awalnya perusahaan ini merupakan Market Follower sehingga menduduki posisi penguasa pasar biskuit nomor satu di Indonesia (SWA, 2016).

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan program AMOS 20 dengan metode analisa Structural Equation Modeling dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 386 dengan unit analisis konsumen yang pernah membeli atau mengkonsumsi produk biskuit Khong Guan khususnya yang berdomisili di Jakarta dan Tangerang. Adapun pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut.

Analisis SEM-AMOS

1. Pengujian Model Pengukuran

  • Kesesuaian Jumlah Sampel

Ukuran sampel minimal untuk analisis SEM dengan metode estimasi Maximum Likelihood dikatakan terpenuhi jika jumlah sampel mencapai 200 (Ghozali, 2011:64). Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak  386 sampel yang berarti jumlah sampel telah memenuhi syarat kecukupan jumlah sampel dalam analisis SEM.

  • Uji Normalitas

Setelah memastikan seluruh variable laten berdistribusi normal maka dapat dilakukan uji selanjutnya.

  • Outlier

Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data penelitian telah memenuhi asumsi normalitas, sehingga deteksi outlier tidak diperlukan.

  • Multikolinearitas

Oleh karena dalam penelitian ini, hanya ada 1 variabel eksogen maka tidak perlu dilakukan uji multikolinearitas.

  • Overending Estimate

Hasil analisis SEM pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai variance seluruh variabel positif yang berarti seluruh variabel dapat digunakan dalam analisis ini.

2. Uji Kecocokan Model

  • Uji Validitas

Hasil estimasi model SEM pada uji ini menunjukkan bahwa seluruh indikator mamiliki nilai loading factor > 0,7 hal ini menunjukkan bahwa seluruh indikator valid dalam mengukur konstruknya.

  • Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas konstruk dapat dilakukan dengan melihat nilai AVE dan CR masing-masing konstruk. Nilai AVE yang disyaratkan harus > 0,5 dan nilai CR yang disyaratkan adalah  > 0,7.

  • Descriminant Validity

Oleh karena hanya ada 1 variabel eksogen dalam penelitian ini maka pengujian ini tidak perlu dilakukan.

  • Uji Goodness Of Fit Model Pengukuran

3. Pengujian Model Struktural