Jakarta – Kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus perhatian utama PT ISS Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan perusahaan adalah mengembangkan kerja sama strategis dengan tiga sekolah bisnis ternama di Indonesia dalam sebuah program yang diberi nama ISS Management and Leadership Development Program.

“Program ini diperuntukkan untuk tingkat manajer dengan tujuan mereka mampu memimpin dengan penuh integritas, cepat bertindak dan mampu ambil keputusan sendiri,” tegas President Direktur ISS Indonesia, Elisa Lumbantoruan.

Kerja sama dengan ketiga sekolah bisnis tersebut ditandai dengan acara penandatanganan MOU antara ISS Indonesia dengan Prasetya Mulya Business School, SBM Institut Teknologi Bandung, dan BINUS Business School pada Kamis, 9 Juni 2016.

Elisa menambahkan, SDM menjadi kunci dalam keberhasilan perusahaan untuk memberikan layanan yang berkualitas yang pada akhirnya memberikan kepuasan pada pelanggan atau klien. “Setiap karyawan ISS diharapkan bertansformasi menjadi Great Performer, yang dapat memberikan pelayanan terbaik melampaui ekpektasi klien,” tukas Elisa.

Dalam kesempatan yang juga dikemas sebagai acara buka puasa bersama itu, hadir pula tokoh pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Arief Rachman, MPd. “Untuk menjadi Great Performer, karyawan ISS harus senantiasa disiplin, mengenal konsumen dengan baik, dan setia pada proses,” ujar Arief.

“Tidak bisa langsung jadi begitu saja, ada proses yang harus dilalui. Sama juga dengan proses puasa dalam Ramadhan. Sebelum merayakan Idul Fitri, harus ada proses merasakan lapar, haus dan disiplin ibadah shalat wajib dan sunnah serta berzakat,” ujar Arief yang juga merupakan Anggota Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Perancis.

Vice Dean for Resources SBM Institut Teknologi Bandung Aurik Gustomo dalam kesempatan itu memaparkan program pendidikan yang akan diberikan menggunakan metode berbasis kompetensi dengan modul-modul maupun program yang menekankan pada peningkatan soft skill.

Sementara itu, Executive Dean and Provost BINUS Business School Firdaus Alamsjah mengatakan, pemimpin tidak cukup hanya memiliki kapasitas intelektual. Pemimpin juga harus punya sifat yang bagus dan berani mengambil risiko. “Ada tiga hal; panutan bagi bawahan dan perusahaan, pendorongkearah kemajuan tanpa putus asa, dan kreatif dalam mencari solusi yang harus menjadi karakteristik kolektif pemimpin pada sebuah proses transformasi,” ucapnya.

Menurut Elisa, ISS Management and Leadership Development Programmenyasar sekitar 1.000 karyawan ISS di level manajer. Untuk tahun ini, kurang lebih 150 karyawan level manajer akan mengikuti program selama kurang lebih enam bulan.

“Selama periode program, para partisipan akan mendapat materi pengetahuan dan kompetensi yang mencakup tiga aspek, yaitu brain, heart dan guts. Pemimpinharus punya guts, keberanian mengambil keputusan apa pun risikonya. Akan tetapi, tetap harus didasarkan pengetahuan yang cukup,” paparnya.

Dia menambahkan, program ISS Management and Leadership Development Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan SDM yang secara kontinu dan konsisten dijalankan oleh ISS Indonesia.

“Selama 2,5 tahun terakhir kami juga bangga karena melalui pelatihan dan pemberdayaan SDM yang berkesinambungan. Dalam kurun waktu tersebut, kami memberikan apresiasi kepada lebih dari 16 ribu karyawan yang berprestasi. Sebanyak 9.000 karyawan mendapat predikat The Best Employeeatas kinerjanya dan 7.000 karyawan mendapat Golden Heart Award atas tindakan mulia yang ditunjukkannya,” tandas Elisa.

Sumber:
http://www.beritasatu.com/ekonomi/371803-peningkatan-kompetensi-sdm-jadi-prioritas-iss-indonesia.html