People Innovation Excellence

Pemerintah Enggan Peran Swasta pada Program Konversi BBM ke BBG

Pemerintah kembali menggalakkan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Namun anehnya, program-program sosialisasi konversi tersebut, keterlibatan pihak swasta tidak pernah disebutkan. Misalnya, pemerintah mengatakan ada yang namanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) swasta.

“Selalu diumumkan SPBG yang dimiliki oleh pemerintah atau BUMN saja. Padahal kenyataannya bus TransJakarta, taksi, angkot, dam bajaj telah lama mengisi bahan bakar gasnya di SPBG swasta, tetapi tidak pernah dikatakan,”kata Robbi R. Sukardi, Ketua Plt Asosiasi Pengusaha Compressed Natural Gas Indonesia (APCNGI) kepada pilar.in Kamis (30/1/2014) di Jakarta.
Idealnya, lanjut Robbi yang juga dosen Program Pascasarjana (S2) bidang keuangan Binus Business School ini, sebuah program pembangunan, apa pun programnya, sejatinya peran pemerintah melalui BUMN dan pihak swasta harus selalu ada. Tinggal dibuat peraturan pembagian dan ruang lingkup maupun batasan kerjanya.
Dengan adanya program konversi BBM ke gas oleh pemerintah, ungkap Robbi, pihaknya merasa sangat senang. “Dilibatkan maupun tidak dilibatkan, industri CNG jenis BBG telah menjadi perhatian pemerintah yang artinya industri ini akan semakin berkembang. Bila industri berkembang maka otomatis kita (pemain) lama mengharapkan untuk turut berkembang pula,”tandas Robbi.
Pihaknya berharap keterlibatan swasta tidak malah dimatikan atau untuk tidak lagi terlibat dalam program BBG sektor transportasi. “Kita tidak mengatakan dimatikan secara langsung. Ilustrasinya begini, misalnya di satu wilayah ada SPBG dengan struktur harga yang berbeda. Satu dijual dengan Rp 3.100/LSP dan untung, sebab harga gasnya murah atau khusus. Sedangkan SPBG swasta, agar bisa menjual Rp 3100/LSP ia harus jual rugi,”kata Robbi. Otomatis tidak secara langsung mematikan tapi pelan-pelan akan mati sendiri, demikian ungkap Robbi.
English Version
Government averse Private Role in Conversion Program CNG fuel

Government programs promoting the re-conversion of fuel oil (BBM) to Fuel Gas (CNG). But strangely, socialization programs such conversion, private sector involvement is never mentioned. For example, the government has said no such thing Fuel Gas Filling Station (SPBGs) private.

“Always SPBGs announced that owned by any government or state-owned enterprises. In reality TransJakarta buses, taxis, public transportation, dam bajaj has long refueling SPBGs gas in private, but never say, “said Robbi R. Sukardi, Acting Chairman of the Employers’ Association of Indonesia Compressed Natural Gas (APCNGI) to pilar.in Thursday in Jakarta.

Ideally, Robbi and lecturer Graduate Program (S2) Binus Business School finance this, a development program, any program, the true role of government through state-owned enterprises and the private sector should always be there. Staying created regulatory division and its scope and limitations.

With the fuel-to-gas conversion program by the government, said Robbi, it was very pleased. “Entangled or not involved, the type of CNG CNG industry has been a concern of government, which means the industry will grow. When the auto industry is growing then we (players) expect to participate in developing long anyway, “said Robbi.

He said he hoped private sector involvement does not even shut down or to no longer engage in the transportation sector BBG programs. “We’re not saying shut down directly. Illustrations like this, for example, in one area there SPBGs with different price structures. One sold at Rp 3.100/LSP and fortunately, because of low gas prices or special. While private SPBGs, in order to sell at a loss 3100/LSP she should sell, “said Robbi. Automatic is not directly lethal but will slowly die alone, so says Robbi.

Source : http://apcngi.org/pemerintah-enggan-peran-swasta-pada-program-konversi-bbm-ke-bbg/


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close